Oil Pump KRD: As Putus









3 Juni 2008 - Satu jenis kerusakan pada Kereta Rel Diesel (KRD) di Semarang yang sebelumnya tidak pernah terjadi yaitu patahnya poros pompa pelumas (Oil Pump) dari motor diesel Cummins NT 855 R5. Masalahnya bukan hanya patahnya poros tersebut saja, melainkan akibat dari patahnya poros itu menyebabklan kegagalan fungsi pelumasan pada motor diesel yang bersangkutan. Perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penyebabnya.

Axlecap Loko CC201/CC203 Yg Pecah

3 Juni 2008 - Axlecap Traksi Motor (TM) loko CC203/CC201 beberapa kali terjadi. Seperti juga axlecap dalam gambar yang pecah. Hal ini sangat menyulitkan depo karena axlecap yang pecah harus diganti, sementara axlecap sangat presisi dengan TM-nya (=axlecap tidak dapat saling dipertukarkan). Sementara suku cadang juga tidak ada. Sehingga ini sangat rentan terhadap pembatalan KA. Karena TM yang axlecap-nya pecah tentu harus dilepas/diturunkan. Sedangkan untuk melepas/menurunkan TM tentu loko-nya harus ditahan, untuk kemudian diangkat persegi. Seharusnya depo menyimpan axlecap pengganti (Exchange Unit) untuk menghadapi situasi seperti ini. Atau apa ada solusi lain?

KRDI untuk Semarang


2 Juni 2008 - Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) produk PT Inka hampir pasti akan dioperasikan di Daop 4 Semarang. Dengan tentu maka tugas pemeliharaannya akan dilakukan di Depo Poncol. Tentu ini menjadi "angin segar" disaat kondisi Kereta Rel Diesel (KRD) yang sekarang ada di Depo Poncol kondisinya naik-turun. Hal ini tentu banyak disebabkan oleh ketersediaan suku cadang yang susah selain juga karena usia dari KRD tersebut yang sudah diatas 25 tahun. Depo Poncol tentu menyambut baik rencana pengalokasian KRDI ini di Semarang. Karena dengan begitu, maka armada yang rencananya akan digunakan untuk New Kaligung ini, akan semakin membantu mewujudkan komitmen PT KA dalam pelayanan angkutan kereta api kepada masyarakat. Masih kombinasi warna cerah, Orange-kuning. Jika tidak ada aral melintang, maka KRDI akan berada di Depo Poncol pada akhir Juli atau awal Agustus 2008.

Rubber Mounting Loko CC201/CC203

29 Mei 2008 - Rubber Coupling atau Rubber Mounting atau kopling fleksibel yang
menghubungkan Motor Diesel (MD) dan kompresor melalui As Memanjang (Extension Shaft) pada saat ini terdapat 2 (dua) jenis. Jenis yang pertama seperti nampak pada gambar
penampang Rubber Coupling sebelah kiri. Jenis yang pertama ini memiliki ketahanan 4 hingga 6
bulan. Sedangkan untuk jenis penampang sebelah kanan memiliki ketahanan yang kurang. Terkadang belum sampai kepada P3 sudah putus. Dan bahkan lebih dekat lagi. Mungkin jika bahan karetnya lebih baik lagi, usia pakai Rubber Coupling dengan penampang gambar sebelah kanan dapat lebih lama lagi. Repot memang kalau sampai mogok di Perka.

Frekuensi Radio



27 Mei 2008 - Pergerakkan dalam rutinitas unit atau orang dan pemantauan sarana di Perka yang berjalan paralel membutuhkan sebuah pola yang baku dan sistematis. Dimana tidak salah satu lebih penting dari satu yang lain. Tetapi keseluruhannya harus bisa berjalan dengan baik. Oleh karenanya didalam pengaturan frekuensi radio yang harus dimonitor radio panggil/handy Talky (HT)/RIK dan lain-lain, oleh unit-unit, atau pejabat yang berkaitan dengan operasional, harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi tumpang-tindih dan atau overlap, yang pada akhirnya semua itu seharusnya memberikan kemudahan bagi personil dan atau unit pelaksana teknis dilapangan dalam melaksanakan tugas didalam Perka, dan tidak sebaliknya. Dalam beberapa kasus dilapangan sudah cukup membuktikan betapa bentuk komunikasi yang dilakukan sekarang ini mempunyai pola yang kurang baik. Malah kadang dengan banyaknya pejabat yang memonitor di Frekuensi Pusat Kendali (PK) banyak menimbulkan kesukaran-kesukaran baru. Maka ini akan ironis karena malah membuat personil yang melaksanakan Perka dilapangan menjadi kebingungan dengan banyaknya komando dan instruksi. Tentu tidak menjadi sederhana dan mudah jika kemudian yang terjadi adalah perbedaan persepsi yang membingungkan.

Padahal secara sederhana maka suara yang mengudara di frekuensi PK adalah hanya personil PK dan awak KA saja. Bagi semua pihak maka kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan. Karena awak KA-nya bingung, pejabat yang memonitor pun bingung karena harus pindah-pindah frekuensi dari frekuensi PK Barat, trus kemudian ke PK Timur, dan lalu ke frekuensi Oscar Romeo, dan dia pun harus memonitor unit yang dikendalikannya, misalnya unit depo dengan frekuensinya sendiri. Tapi ini akan menjadi lebih baik jika pengaturan penetapan frekuensi yang harus dimonitornya. Misalnya di unit depo, maka KDT hanya perlu memonitor di frekuensi unit depo saja. Karena informasi dari PK Barat dan PK Timur akan diteruskan ke T-depo (=Traindin depo; Pengawas KA di depo) yang berada di frekuensi Oscar Romeo. Ini memungkinkan karena T-depo bergerak shift 24 jam sehari, seperti juga di PK. Adapun ruang gerak PK begitu luas mencangkup frekuensi PK Barat, PK Timur, dan Oscar Romeo. Untuk pejabat pemegang HT juga dapat dengan mudah memonitor dan atau dipanggil karena terus berada di frekuensi yang tetap, yaitu frekuensi Oscar Romeo. Ini juga tentu sangat menekan biaya komunikasi lewat telepon seluler, selain juga untuk cek posisi. Begitupun untuk informasi-informasi penting yang terjadi di Perka dapat dengan segera dan sistematis disampaikan PK kepada seluruh pejabat pemegang HT di frekuensi Oscar Romeo dalam 24 jam sehari. Sehingga frekuensi Oscar Romeo juga dapat benar-benar lebih efektif sebagai radio daerah operasi yang tidak hanya menyiarkan berita-berita MANCARLI (Aman Lancar Terkendali) saja secara "Basi" (karena sudah terjadi) pada jam-jam tertentu saja, tetapi dapat menyiarkan secara langsung dan aktual pada saat itu juga, yang tentunya akan sangat berguna didalam pengambilan keputusannya secara cepat, tapi tidak grasa grusu. Demikian sehingga koordinasi lewat komunikasi radio di Daop 4 Semarang dapat berjalan baik dan tetap berorientasi kepada keberhasilan Perka dan kemudahan personil dilapangan dalam melaksanakan Perka itu sendiri.

Depo Poncol waktu hujan...

20 Mei 2008 - Depo Poncol tidak pernah tidak banjir ketika musim penghujan tiba. Hujan yang turun 15-20 menit saja akan meninggalkan genangan air yang cukup banyak. Dari tahun ke tahun terus seperti itu. Tanpa ada satu perubahan dalam penanganannya. Tapi berbekal dedikasi yang tinggi, loyalitas kepada pimpinan dan perusahaan, dan kecintaan kepada kereta api, personil depo poncol selalu melakukan apapun yang terbaik yang bisa dilakukannya. Dengan melupakan keluhan. Karena keselamatan sarana jauh lebih penting dari sekedar keluhan yang tidak terjawab. Bahkan dengan kondisi banjir setinggi 20 cm diatas rel, dan atau 80 cm dari lantai kolong los, maka prosedur pemeriksaan dan perbaikan yang harus dilakukan dari kolong los tetap dilakukan. Ini dikenal dengan ungkapan "Sambil menyelam, ya sambil bekerja". Tapi akankah ini terus terjadi?

Gardan KRD Yang Putus di Semarang



19 Mei 2008 - Propeler Shaft atau Universal Joint atau Gardan Penggerak Utama pada Kereta Rel Diesel (KRD) di Semarang beberapa kali pada rentang waktu yang tidak tetap mengalami kegagalan fungsi patah/putus (Surat KDT Smc No.26 / KUPT.DIPO.LOK.SMC / II / 2008 Tanggal 7 Februari 2008). Seharusnya ini tidak terjadi kecuali jika pada KRD tersebut mengalami benturan dan atau tumburan yang keras seperti pada PL/PLH. Oleh karena perlu kiranya untuk dapat diselidiki dan dipelajari apa gerangan yang menyebabkan kegagalan pada gardan KRD ini. Karena selain merugikan secara finansial, hal seperti ini tentu sangat membuatkecewa kawan-kawan didepo yang tentu tidak mudah dalam melakukan penggantiannya. Pada prinsipnya, gardan penggerak utama pada KRD ini telah dirancang sesuai dengan kebutuhannya. Seperti arah dan ruang gerak Derajat Kebebasannya (Degree Of Freedom) sehingga fungsi pemindahan tenaga dari transmisi ke roda tidak terganggu oleh pergerakkan relatif antara roda-rel, dan transmisi-bodi KRD. Seperti tampak pada grafik, bahwa Gardan jenis U190 ini dapat "diganggu" hingga membentuk sudut 9 - 12 derajat akibat gaya input di roda KRD akibat kontur jalan rel (F rel = F(x, v, t), meskipun terjadi gerak relatif pada roda (F rd) dan F tr), namun pada putaran kerja motor diesel jenis Cummins NT855R5 dan transmisi Voith T211R yang digunakan pada KRD (1000 - 1450 Rpm), maka jika pun putaran maksimum ( 1450 Rpm) dicapai, maka seharusnya tidak akan terjadi kegagalan fungsi kerja gardan. Kegagalan hanya terjadi jika sudut toleransi yang dibatasi ( 9 - 12 derajat ) tersebut dilanggar. Sehingga secara sederhana maka telah terjadi penyimpangan yang cukup besar yang melebihi sudut toleransi yang diijinkan akibat kontur jalan rel yang diwakili oleh F(x, v, t) tersebut. Lantas apa opsi yang dapat diberikan untuk tetap menggunakan gardan jenis U190 ini? Pertama, putaran motor diesel harus tidak boleh melebihi 750-800 Rpm. Kedua, mencari gardan jenis lain yang dapat mereduksi sudut simpangan gardan yang cukup besar pada putaran kerja motor diesel dan transmisi KRD. Pada opsi pertama diatas maka dengan tentu Grafik Perka dan Tabel KA T-100 harus segera disesuaikan dengan kondisi jalan rel lintas operasi, yang pada akhirnya adalah waktu berangkat dan waktu datang yang tertulis pada tiket penumpang KRD juga harus sesuai dengan kenyataan. Karena pelaporan keterlambatan KA akibat Masinis Jalan Lambat (MJL) di Daop 4 Semarang masih terlampau tinggi (67% Tahun 2007). Ini sangat kontradiksi dengan kenyataan bahwa masinis sering dituding melanggar Pembatas Kecepatan (Taspat) dan juga melihat kerusakan yang terjadi justru diperkirakan karena kecepatan tinggi (!?). Aneh memang. Tapi semoga ada penelitian tentang ini, sehingga menjadi tuntas.(Sumber grafik: NAJICO, Universal Joints).




CC 201 139 Kirim Balai Yasa Yk (18/5)

18 Mei 2008 - CC 201 139 (SPA2 Maret 2008) mengalami kerusakan pada Motor Diesel (MD) nya saat menjalani dinasan KA 127 Fajar Utama Bisnis relasi Semarang Tawang - Pasar Senen. Di Stasiun Kuripan CC 201 139 mogok dan di LPT CC 201 39. CC 201 139 sendiri diikutkan KA 1002 (DT). Setibanya sore di Depo Poncol (17/5), pada seluruh permukaan luar loko penuh dengan pelumas hitam. Nampak seperti baru disiram pelumas pada seluruh permukaan sehingga pintu kabin kendalipun terkena cipratannya. Motor diesel sempat diperiksa sore hingga malam hari. Yang kemudian dilanjutkan pada minggu pagi (18/5). Dari hasil pemeriksaan di Depo Poncol, maka ditemukan kerusakan pada Cylinder assy nomor 3 L. Katup hisap/buang Cylinder 3 L tidak lagi nampak dari luar. Sepertinya sudah masuk "blesek" kedalam ruang bakar Cylinder 3 L. Pada akhirnya loko CC 201 139 diputuskan untuk dikirim ke Balai Yasa Yk pada hari itu juga. Sebagai catatan bahwa CC 201 139 baru selesai menjalani Semi Pemeliharaan Akhir (SPA) 2 yang tiba di Depo Poncol pada 7 Maret 2008. Sebelumnya pada 21 Maret 2008 pada loko ini terjadi kemacetan pada bantalan (bearing) Traksi Motor Nomor 2. Sehingga terpaksa diturunkan dan berjalan 5 TM.

Save BB 200 23!

10 Mei 2008 - BB 200 23 pada saat ini tidak akan terlihat lagi di Stasiun Semarang Poncol atau Semarang Tawang untuk menjalankan dinas langsiran. Ini karena motor diesel BB 200 23 dalam kondisi rusak sejak Bulan Oktober 2007 yang lalu. Hingga saat ini belum ada suku cadang pengganti Cylinder Liner mesin produk General Motor Type G-8-567CR ini. Nampaknya satu dari 5 (lima) BB 200 yang tersisa di Depo Lokomotif Semarang Poncol ini tinggal menunggu hari-hari terakhirnya. Kemungkinan dijadikan "bahan" kanibal untuk memeperpanjang umur BB 200 yang lainnya. Kasihan sekali...

Corak baru New Kaligung Bisnis

6 Mei 2008 - Satu armada Kereta Rel Diesel (KRD) dengan motif eksterior baru untuk pertama kalinya sebelum peluncuran perdananya, digunakan untuk mengangkut rombongan Anggota DPRD Jawa Tengah dengan route Semarang-Solo. Armada yang rencananya akan digunakan untuk Kereta Api (KA) Kaligung Bisnis ini baru selesai pengecatan dan perbaikan motor diesel dan transmisi tepat sehari sebelum digunakan (5/5). Memang agak terkesan terlalu dipaksakan cepat selesai. Tapi setelah melihat hasilnya, ada rasa senang dihati personil Depo Lokomotif Semarang Poncol yang menanganinya. Depo Lokomotif Semarang Poncol dengan senang hati mendukung dan loyal sepenuhnya terhadap pimpinan, yang tentu telah mempersiapkan strategi yang jitu untuk meraih pangsa pasar angkutan penumpang jarak dekat Semarang-Tegal jauh lebih banyak lagi. Sehingga Trade Mark-nya pun "Baru", yaitu Kereta Api "New Kaligung Bisnis". Ini juga Daop 4 News. Selamat.

Los Depo Poncol hari ini

1 Mei 2008 - Depo Lokomotif Smc tengah membenahi infrastruktur yang ada, seperti pembuatan dan pengecatan lantai depo, perbaikan beberapa rel sepur dipo yang ambles, hingga rencana pembuatan menara penampungan bahan bakar HSD untuk menggantikan bunker HSD yang terletak diujung sepur keluar depo dan berada dibawah permukaan tanah yang sangat mengganggu terutama dengan sering terjadinya banjir. Hal ini tentu disambut baik oleh seluruh personil Depo Lokomotif Semarang Poncol yang sejak lama merindukan tempat kerja yang representative dan nyaman, selain memudahkan secara fungsi kerja. Rencana pembuatan menara penampungan bahan bakar HSD tentu akan memudahkan pemindahan bahan bakar HSD dari mobil tangki ke penampungan, dan juga akses pelayanannya ke lokomotif dan KRD. Program pembenahan ini dilakukan menyusul kunjungan Bapak Darmawan Daud (Dirtek PT KA) dan Bapak Suprajitno (Kadiv Sarana) ke Depo Lokomotif Smc akhir bulan April 2008 ybl. Mudah-mudahan ini semua betul-betul terealisasi.

New Kaligung: Pembenahan Lanjut!

28 Februari 2008 - New Kaligung sebagai salah produk kereta api dengan okupansi yang cukup baik diwilayah Daop 4 Semarang, pada saat ini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak didalam manajemen PT KA (Persero), terutama dalam usaha penyediaan suku cadang dan program penyehatan motor diesel (Cummins NT 855 R5). Juga komponen lainnya seperti transmisi (Voith T211r), auxiliary generator, compressor, HS Pump, dan lain-lain. Kawan-kawan Depo Lokomotif Semarang Poncol dan juga Balai Yasa Yogyakarta telah dan terus berusaha melakukan dengan sepenuh kemampuan yang ada untuk mendukung pencapaian target perusahaan tahun 2008 sebesar Rp. 1,4 Triliun dari angkutan penumpang. Namun tanpa dukungan dari berbagai pihak, tentu ini akan sulit tercapai. New Kaligung butuh pembenahan lanjut.